| Bangga Terhadap Budaya Indonesia |
|
|
|
| Written by Hiko | |||||
| Tuesday, 27 July 2010 10:05 | |||||
|
Nah, bagaimana caranya? Berikut ini beberapa tip yang bisa sahabat Bravo! lakukan untuk menunjukkan kebanggaanmu terhadap budaya Indonesia: 1. Bermain permainan tradisional Kalau sahabat Bravo! sudah terbiasa bermain play station (PS) atau permainan modern lainnya, coba, deh, untuk bermain permainan tradisional. Misalnya, permainan egrang atau jajangkungan, yang berasal dari Jawa Barat. Permainan ini mengharuskan pemainnya berjalan dengan ketinggian pijakan tertentu menggunakan bambu. Ada pula permainan congklak yang dikenal dengan nama yang berbeda di sejumlah daerah, seperti dentuman lamban (Lampung), mokaotan (Sulawesi), dan dakonan (Jawa). Selain itu, ada berbagai permainan tradisional lain, galasin, lompat karet, engklek, dan sebagainya, yang sangat menyenangkan bila dilakukan bersama teman. Selain hati senang, sahabat Bravo! turut mempertahankan permainan tradisional. 2. Jangan malu memelajari kesenian daerah Jangan ragu untuk memelajari kesenian daerah. Bila di sekolah ada kegiatan ekstrakurikuler menari tarian daerah dan memainkan alat musik tradisional, cobalah untuk ikut serta. Dengan begitu, kecintaan sahabat Bravo! terhadap kesenian daerah pun akan tumbuh. 3. Membaca cerita-cerita rakyat Tahukah sahabat Bravo! dengan cerita rakyat tentang Danau Toba, Malin Kundang, atau Timun Emas? Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke punya banyak cerita rakyat yang menarik untuk dibaca. Jangan hanya membaca komik atau buku cerita asal luar negeri bila sahabat Bravo! mengaku sebagai bangsa Indonesia. 4. Menyantap makanan tradisional Orang Indonesia yang tinggal di luar negeri biasanya merindukan masakan tradisional. Sebut saja, rendang dari Padang dan gudeg dari Yogyakarta. Karena itu, kita yang tinggal di Indonesia, sebaiknya jangan menganggap remeh terhadap makanan-makanan tradisional. Meski menyukai makanan asal luar negeri, tetap jadikan makanan tradisional dalam daftar menu favoritmu. 5. Mengenakan busana nasional Meski diklaim sebagai milik bangsa lain, Indonesia tetaplah yang menjadi pemilik batik. Ya, hampir di seluruh daerah di Indonesia terdapat kain batik dengan motif yang berbeda-beda. Kini, batik tidak hanya dikenakan pada acara-acara resmi. Batik sudah dijadikan beraneka busana yang nyaman dipakai di acara apapun. Selain batik, ada ulos, kain songket, dan berbagai jenis kain lainnya yang patut kita banggakan dan pelihara keberadaannya. Pakaian kebaya yang telah menjadi busana nasional pun kini tidak hanya dikenakan di acara-acara resmi. Kebaya telah dimodifikasi sehingga bisa dipakai di berbagai kegiatan. Bahkan, kebaya pun tersedia untuk anak-anak. Sahabat Bravo! pun bisa memakainya sebagai busana sehari-hari. 6. Mengunjungi tempat wisata di Indonesia Berbagai tempat wisata di Indonesia punya cerita maupun keindahan yang menarik untuk dikunjungi. Ini dibuktikan dengan kunjungan para wisatawan asing ke Indonesia yang selalu bertambah setiap tahun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada sekitar 3,56 juta wisatawan asing yang datang ke Indonesia sejak Januari hingga Juli 2009. Kalau mereka tidak ragu berwisata ke Indonesia, berarti tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengunjungi tempat-tempat wisata di Indonesia. 7. Mengunjungi museum dan pusat-pusat kebudayaan Museum dan pusat-pusat kebudayaan menjadi tempat yang paling pas untuk mengenal kebudayaan kita. Misalnya, Museum Wayang yang menampilkan ribuan wayang dari seluruh Indonesia. Sahabat Bravo! pun bisa berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), yang di dalamnya terdapat berbagai anjungan daerah di Indonesia. Beberapa anjungan bahkan dijadikan sanggar berlatih tari, mewayang, maupun kesenian lainnya. Sahabat Bravo! pun bisa ikut serta berlatih, kan?
Kebanggaan terhadap budaya Indonesia harus ditumbuhkan sejak dini. Mulailah sekarang juga. Sahabat Bravo! tentu tidak ingin bila budaya kita kian punah, dan bahkan direbut oleh bangsa lain, kan? (Hik/Ine)
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||
| Last Updated on Tuesday, 27 July 2010 10:10 |
Ulysses Moore
Get the Flash Player to see this player.
Artikel terbaru
Login
You are not logged in.
Statistik email
72 messages
0 messages last 7 days
4 messages last 30 days
Latest bulletins
|
Groups
| You are not a member of any group. |




Sahabat Bravo! tahu, kan, kalau beberapa waktu lalu sempat terjadi perdebatan mengenai kebudayaan kita yang diklaim sebagai milik negara lain? Sedih, ya, mendengar hal itu? Sebenarnya, peristiwa itu bisa menjadi “alarm” bagi bangsa Indonesia untuk lebih peduli dan bahkan merasa bangga terhadap budaya sendiri. Mengapa demikian? Ya, karena Indonesia terdiri atas banyak suku bangsa yang memunyai beragam kebudayaan yang tidak dimiliki bangsa lain. Beragam tarian, lagu, alat musik, pakaian, makanan, dan sebagainya menjadi kekayaan yang sudah sepatutnya kita pertahankan. 